Jenis Investasi Rendah Risiko dan Menguntungkan, Cocok untuk Diversifikasi

Berinvestasi idealnya dilakukan setelah dana yang dimiliki aman untuk sejumlah pos pengeluaran dasar. Seperti memenuhi biaya kebutuhan rutin bulanan, memiliki tabungan dan dana darurat serta sudah bisa membeli produk asuransi. Selain itu, pastikan Sobat tidak memiliki utang konsumtif ya!

Read More

Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi dan masih memiliki dana lebih, sebaiknya diinvestasikan agar mendapatkan manfaat lebih. Karena jika disimpan di rekening tabungan kemungkinan akan tergerus biaya administrasi yang melebihi bunga setiap bulannya. Sangat disayangkan bukan?

Yuk mulai diversifikasi dana lebihmu dengan berinvestasi atau mengembangkan dana pada produk investasi yang rendah risiko dan menguntungkan. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi adalah usaha menganekaragamkan suatu produk untuk memperoleh keuntungan maksimal. Diversifikasi dilakukan dengan menyebar risiko ke berbagai wadah dan berikut beberapa jenis investasi yang bisa kamu pilih:

1. Peer to Peer (P2P) Lending

Sebagai informasi, berdasarkan Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor S-183/NB.2132/2020 perihal pemasaran produk dan iklan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) menerangkan bahwa dalam rangka perlindungan pengguna LPMUBTI, bersama ini disampaikan bahwa dalam setiap kegiatan pemasaran produk dan iklan layanannya, penyelenggara LPMUBTI wajib menyampaikan informasi secara benar, jelas dan jujur mengenai manfaat, biaya, dan risiko dari setiap produk atau layanan yang ditawarkan.

Kegiatan usaha penyelenggara LPMUBTI adalah mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam sehingga dalam setiap kegiatan pemasaran produk dan iklan, penyelenggara LPMUBTI dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan kegiatan usahanya dan menyesatkan, meliputi namun tidak terbatas pada kata-kata “investasi”, “return”, “keuntungan”, “tabungan”, atau “deposito”. Penyelenggara agar menggunakan pilihan kata yang sesuai dengan kegiatan usahanya seperti “pinjaman”, “pendanaan”, “bunga”, “bagi hasil”, dan/atau “manfaat ekonomi”.

P2P lending syariah indonesia menjadi salah satu instrumen pengembangan dana yang tengah populer beberapa tahun belakangan. Hal ini karena P2P Lending termasuk instrumen pengembangan dana dengan kategori rendah risiko dan menguntungkan.

Untuk memulai pengembangan dana di P2P Lending modal yang diperlukan bisa mulai dari Rp100 ribu, artinya terjangkau untuk semua kalangan baik muda, tua, pekerja, ibu rumah tangga hingga mahasiswa. Cara kerja P2P Lending adalah memberikan pinjaman dana kepada pihak yang membutuhkan modal usaha dan dananya bersumber dari pemberi modal atau masyarakat umum. Dalam P2P Lending biasa dikenal istilah Borrower adalah untuk peminjam dana dan Lender adalah pemberi modal/dana.

Untuk bisa menikmati manfaat ekonomi dari P2P Lending, Sobat harus bergabung di entitas Financial Technology (fintech) P2P Lending, salah satunya adalah Amartha. Imbal hasil yang ditawarkan oleh Amartha mencapai hingga 21% per tahun. Amartha pun sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga mengembangkan dana di Amartha Mudah, Aman dan Menguntungkan.

2. Emas

Jenis investasi emas menjadi primadona bagi banyak orang karena memiliki risiko yang rendah dan menguntungkan serta produknya berbentuk fisik, sehingga bagi investor konvensional ini memiliki kepuasan tersendiri.

Cara kerja investasi emas pun terbilang mudah. Sobat hanya perlu membeli beberapa gram emas batangan yang sesuai dengan budget. Untuk bisa menikmati manfaat investasi emas, Sobat bisa membeli secara offline maupun online karena penjualan emas saat ini sudah bisa dibeli di berbagai platform e-commerce.

Untuk memulai investasi emas, beberapa platform ada yang menawarkan pembelian emas mulai dari 0,1 gram dan jika ingin melakukan top up mulai dari 0,01 gram.

3. Deposito

Secara umum, deposito dan tabungan terlihat sama. Sebab, keduanya sama-sama menabung uang di bank. Deposito memiliki jangka waktu tertentu, sehingga uangnya tidak bisa ditarik jika belum jatuh tempo.

Bunga yang diberikan oleh pihak bank biasanya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Sebagai salah satu jenis investasi risiko rendah, deposito termasuk ke dalam investasi yang menguntungkan.

Sobat, itulah jenis investasi 2021 rendah risiko dan menguntungkan yang berhasil kami rangkum. Sekarang sudah mengenal jenisnya kan? Yuk mulai dari sekarang agar keuangan di masa mendatang lebih terarah dan terukur!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *