5 Tips Pengelolaan Sampah Organik yang Tepat dan Aman

Apakah Anda sudah cukup mengenal sampah organik dengan baik? Sampah organik menjadi salah satu jenis sampah yang diproduksi sehari-hari oleh manusia. Kapasitasnya cukup besar dan harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Mari cari tahu seperti apa cara pengelolaan sampah organik yang tepat!

Read More

Mengelola Sampah Organik

Pada dasarnya manusia memang akan menghasilkan sampah. Oleh sebab itu manusia juga harus tahu bagaimana cara mengelolanya agar sampah tidak menumpuk. Berikut adalah 5 tips efektif yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah:

1. Siapkan Wadah Terpisah

Pertama, siapkan dulu wadah terpisah untuk menyimpan sampah organik. Sampah organik adalah jenis sampah yang lebih cepat membusuk dibandingkan sampah anorganik. Oleh sebab itu jangan sampai mencampur keduanya dalam satu wadah. Jika tersimpan dalam satu wadah maka akan sulit memisahkannya.

Sampah organik itu sendiri juga dibagi menjadi dua yaitu sampah kering dan basah. Sampah organik basah terdiri dari sisa makanan dan sayuran. Sementara itu sampah organik kering contohnya adalah dedaunan yang sudah mengering. Jika ingin mengolah sampah organik maka buatlah perbandingan 60:40 antara sampah kering dan basah di setiap wadah.

2. Sediakan Composter

Langkah berikutnya, sediakan composter untuk mengelola sampah organik. Composter ini adalah wadah khusus yang dipakai untuk menyimpan sampah organik. Composter ini pula yang akan membantu mengolah sampah-sampah organik menjadi kompos. Anda bisa membelinya dengan mudah di toko- toko pertanian.

Anda pun bisa membuat composter sendiri di rumah. Caranya mudah, Anda bisa memanfaatkan ember bertutup atau bekas wadah cat ukuran 20kg. Ember tersebut kemudian dilubangi di seluruh bagian permukaan luarnya. Lubang-lubang ini mencegah perkembangan bakteri anaerob yang bisa memicu munculnya bau pada sampah.

3. Campurkan dengan Tanah

Pengelolaan sampah organik juga membutuhkan tanah. Jadi dalam satu composter nanti isinya adalah sampah organik basah, kering, dan sedikit tanah. Cukup sedikit saja, takarannya segenggam tanah untuk wadah composter berukuran 20kg.

4. Buka dan Aduk secara Rutin

Pastikan untuk membuka composter dan mengaduk campuran sampah organik beserta tanah secara rutin. Proses pembukaan dan pengadukan sampah organik dalam composter ini bisa dilakukan setiap 3-4 hari sekali. Sebaiknya Anda buat jadwal agar tidak terlewat membuka dan mengaduk sampah organik.

Proses ini sangat penting karena akan memperlancar sirkulasi udara di dalam composter. Saat composter dibuka, maka ada udara dari luar yang akan masuk. Udara ini nantinya akan membantu proses pembusukan sampah organik berjalan lebih sempurna. Ingat, gunakan sarung tangan dan masker saat membuka dan mengaduk composter.

5. Tunggu Sampai Jadi Kompos

Berikutnya tinggal tunggu saja sampah organik tersebut menjadi kompos. Prosesnya memang cukup panjang karena butuh waktu 3 bulan sampai kompos terbentuk sempurna. Siapkan beberapa composter dan berikan label tanggal sehingga tahu kapan kompos terbentuk sempurna dan bisa digunakan.

Proses membuat kompos ini memang tidak bisa dikatakan mudah. Prosesnya juga tidak singkat. Namun jika Anda sudah terbiasa dengan prosesnya maka akan terasa mudah dan ringan. Anda juga bisa mendapat banyak keuntungan karena sampah tidak menumpuk dan dapat kompos untuk bertanam.

Dengan mengenal sampah organik dan cara pengelolaannya, Anda bisa merasakan banyak manfaat. Mulailah dengan skala kecil, mengelola sampah organik sisa dapur secara perlahan. Lakukan tanpa beban dan jalani sebagai kebiasaan yang ringan dijalankan. Nantinya kebiasaan baik ini akan memberi manfaat besar bagi diri sendiri dan lingkungan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.